Mari kita anggap hanya aku yang berjalan selama ini
Mari kita anggap mengapa ada orang sepertiku diperbodoh dirinya sendiri
Yang salah mengartikan sesuatu, yang tanpa malu merasa dicintai dan diperhatikan seluruh isi hatinya
Kemudian Mari kita anggap bahwa kenyataannya kamu disitu
Di tempat yang berbeda, Dengan suasana yang berbeda, cerita yang berbeda
Duduk manis diantara buaian pohon kelapa pesisir pantai yang rindang
Melalui hari Indah berwarna melebihi 1000 kosa kata yang menunjukkan rasa gembira yang ada dalam bahasa umat manusia.
Dan mari kita buat kesepakatan bahwa masing-masing diantara kita meyakini
Memahami, dan mengerti dengan sepenuh hati bahwa itulah kenyataan memang terjadi.
Mari kita perkuat pernyataan ini dengan menghapus kalimat "Mari kita Anggap"
Jadi, sepertinya masalahmu kini telah selesai, tersenyumlah, telah kulekatkan Materai 6 ribu untuk pernyataan diatas itu.
Mungkin sebaiknya kita juga harus menyelesaikan masalahku dulu
Oke, Materai 6 ribunya kucabut dulu, jangan khawatir, materainya nanti akan kulekatkan lagi ditempat yang sama.
Jadi aku telah mengatakan ini berulang kali
Tentang keyakinanku, tentang sangkaku, yang meyakini kamu dan aku itu satu
Harimu dan hariku itu satu, bahagiamu dan bahagiaku itu satu
Sedihmu dan sedihku itu satu, mimpimu dan mimpiku itu satu
Kamu selalu tertarik dengan apa yang dikatakan orang
Jadi mari kita dengarkan apa yang dikatakan orang
Bahwa aku bak pembual, dengan ribuan kata menumpuk dikepalaku
Aku berkata begini dan begitu
Membuktikannya pun, aku tak pernah mampu
Jangan tanyakan tentang kesungguhan, itu menyesatkan
Dimana aku harus memberi jawaban terhadap sesuatu yang tak sejalan dengan apa yang aku lakukan
Jika begitu, Jelas aku ini seorang Pembohong sejati, akupun akan memberi penilaian yang sama jika aku hanya menggunakan logika.
Tapi aku mencintaimu dengan hati, sedangkan didalam hatiku timbul gejolak bahwa jauh di dalam sana sebenarnya aku bahkan lebih dari apa yang dikatakan mereka itu
Namun pembuktian dengan hati saja, tak akan cukup bukan ?
Ya, sebagai seorang yang memahami aku sangat mengerti akan hal itu
Biarkan saja, biarkan aku berdiri dan tenggelam dengan keyakinan ini
Aku sudah memberi tahu Tuhan bahwa aku tlah berusaha, Mungkin memang ketetapannya cukup sebatas ini.
Untuk satu hal
Tidak ada, tidak ada satupun yang mengerti akan cerita ini
Tidak ada satu pun diantara mereka tahu tentang semua ini
Jika kamu berpikir aku memberi tahu mereka, menurutku kamu salah
Satu-satunya hal yang mereka pahami adalah seperti saat materai 6 ribu ini kelekatkan kembali
Aku hanya berpikir aku harus mengatakan ini, supaya tidak ada yang tersisa melainkan hal yang baik-baik saja
Okeh, materai 6 ribunya ketempelkan kembali pada tempat semula.