Tuesday, July 29, 2014

Bagian yang hilang

No comments
Deru laju jalan hidupmu puang aji
Pasang surut kehidupan yang kau lalui
Hitam putih, pahit manisnya, yang kau lalui memperjuangkan senyum tawa kami, anak cucumu

Dihari yang lain
Kebersamaan kita terpecahkan oleh hadirnya orang baru dalam keluarga kita
Kita puang aji
Menerima kehadirannya dengan sangat bijaksana

Namun ia membuat perpecahan
Ia memutuskan tali kekeluargaan
Ia merampas sesuatu yang bukan haknya
Ketahuilah puang aji ! kita semua bertanggung jawab

Anak-anakmu mulai melupakanmu
Anak-anakmu tidak memberimu perhatian seperti yang seharusnya
Mereka lupa, atau mungkin mereka tak begitu menganggapmu berjasa bagi mereka
Atau mungkin karena kehadiran orang baru disampingmu membuat mereka acuh terhadapmu

Tapi mengapa mereka semua melakukan ini
Bukankah Ayah tetaplah ayah dan anak tetaplah anak
Saya juga membenci orang baru itu
Tapi bukan berarti kita harus membenci mu puang aji

Kini, disinilah engkau kini
Tergeletak tak berdaya dibalik selimut yang menutupi tubuhmu
Dikelilingi oleh orang-orang yang setengah hati terhadap kehadiranmu dulu
Dan jauh dari orang yang benar-benar tulus menyayangimu

Selamat jalan Puang aji
Kenangan bersamamu akan selalu kuiingat
Jika Allah berkhendak, aku akan memenuhui keinginanmu yang kau katakann dulu
Semoga Allah memaafkanmu, merakhmati, dan melindungimu di Alam sana



Selasa, 29 Juli 2014

No comments :

Post a Comment