Friday, June 19, 2015

Terlalu Sering Kalah Itu tidak Baik

No comments


Malam ketiga dibulan Ramadhan ini, menggenapkan 50 hari semenjak pertama kali aku menginjakkan kaki pertama kalinya di Kota ini. Sedikit berbasa-basi, sebenarnya 50 hari yang kulalui ini rasanya sudah seperti perjalanan tanpa tujuan, aku tetap berkata seperti ini meskipun aku, kamu, atau kita pada umumnya sudah tahu bahwa tidak ada yang pasti merupakan satu-satunya kepastian didunia ini, dimana pernyataan itu mematahkan pernyataan itu sendiri. Jadi apa sebenarnya yang kuharapkan disini? Tidak ada.

Langkah baruku dikota ini merupakan amanat kedua yang diembankan kepadaku setelah sebelumnya aku berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah vokasi disalah satu perguruan tinggi di kotaku yang sebelumnya. 50 hari lamanya aku disini, selama itu pula banyak tanda Tanya bermain di pikiranku. Ia melompat-lompat tak beraturan, menari diatas pengharapan yang entah (mungkin) apakah yang Di Atas sana akan meng-Iyakan..Iya Tuhan disini, bahkan dimanapun (tiba-tiba) menjadi seperti titik pusat tumpuan segala keinginan yang sedang menunggu proses menuju terjawabnya semua pertanyaan.
Sejujurnya aku lelah, takut, bimbang, dan ragu dengan jalan yang kulalui, Semangatku yang dulunya kian ber-api-api kini mulai padam, Agility yang pada realitanya berbanding terbalik dengan tingkat kemampuan otakku mencerna materi yang dipersyaratkan, Nyali menciut..Ia ngeri pada saat itu, ia tak sanggup lagi bersabar, tapi aku mau agar ia tetap bertahan dulu, aku yakin ini hanya masalah waktu. Aku mau ia bersabar sampai otak menemukan solusi untuk hati, aku tahu otak pasti mampu..semoga !

Tapi aku mungkin lupa, bahwa semakin kesini semangat sudah semakin memudar. Manusia tidak salah, keadaanlah yang memperburuk suasana. Jarak yang dicipta terlampau jauh dari batas langkah kaki yang mampu ditapak, Tuhan yang seharusnya menjadikan titik tumpuan pengharapan malah selama ini telah kuletakkan entah dimana..waktu yang sedikit dipergunakan untuk hal-hal kecil yang “aku mulai berpikir” itu lebih penting daripada bermimpi, sia-sia, mubazir, ngabisin waktu, omong-kosong, adalah definisi bermimpi saat ini.



Ramadhan, 03, 1436 H / June 19, 2015

No comments :

Post a Comment