Wednesday, July 2, 2014

Cerita dari Bapak

No comments
Dahulu aku pernah membenci seseorang, dia adalah Ia adalah keluargaku sendiri
Aku bahkan tak pernah mau berbicara dengannya
Pada suatu malam, ayahku datang menghampiriku seraya duduk di pinggir tempat tidurku

Ayahku : "Angga,  Ayah punya sebuah cerita untukkmu, sebuah kisah nyata ! kau harus mendengarnya"

Aku : "Cerita apa ayah ?"

Lalu ayahku pun bercerita bahwa :

Dahulu ia mempunyai seorang sahabat dekat
Sebut saja Saiman, begitu mereka memanggilnya
Ia sangat menyayangi ibunya, ibunyalah yang selama ini mengurusnya, memanjakannya, dan memenuhi kebutuhannya ..
Disisi lain ia sangat membenci ayahnya, Ayahnya sering memukulnya, mencaci maki dan dan tak memberi warisan kepadanya sedikitpun, kebenciannya dihatinya semakin hari semakin dalam dan lebih dalam lagi ..

Suatu ketika ibunya pun meninggal, dipemakaman pada saat ibunya dimasukkan ke liang lahat, Ia mencoba untuk berusaha menangis namun air matanya terasa sangat sulit keluar dari balik pelupuk matanya ..
Alkisah kini tinggallah hanya mereka berdua, namun kebenciannya terhadap ayahnya tak kunjung memudar, hatinya sudah tak bisa lagi dilunakkan..

Lalu pada Suatu hari Ayahnya pun meninggal, Saiman ketika itu berusia sekitar 40 tahun, dan Ia sangat terkejut ketika tiba saatnya ayahnya dimasukkan ke liang lahat, Ia tak bisa menahan air matanya yang mengucur deras dari pelupuk matanya, ia menangis sejadi-jadinya, bahkan sampai ia kehilangan arah hidupnya ..

SELESAI


Aku : "Ayah, aku tak mengerti maksut cerita itu, memangnya kenapa, apa aku tak boleh membenci si gendut itu (salah satu keluargaku) , hah aku bahkan tak akan menangisi mereka"

Ayahku : "Bukan nak, ini sebuah pelajaran, Saiman didorong oleh rasa kebencian yang dalam terhadap ayahnya, dan kebencian itu mengisi seluruh kehidupan Saiman, hingga saat kebencian itu kehilangan objeknya (dalam hal ini objek kebencian itu adalah ayahnya), ia akan merasa ada yang hilang dari hidupnya, lalu jadilah ia seperti tak punya kehidupan lagi"

Aku : "*********"

No comments :

Post a Comment