Tuesday, July 7, 2015

Jessica (19 th)

No comments

" I fear the day that technology will surpass our human interction. The world will have a generation of idiot. "

Albert Einstein yang bilang, bukan saya, pentecus teori relativitas ini seperti (sudah) tahu hal ini akan terjadi.

Sebut saja sebuah nama, Jessica. Dan memang objek yang akan di bahas kali ini adalah seorang anak perempuan baru (saja) gede bernama jessica. Sebagai seorang wanita up to date dan sangat mainstream, atau yang pada umumnya dikenal sebagai mahluk sosial yang hidup di era digital yang serba terkoneksi ini, jessica sangat aktif di media sosial seperti facebook, twitter, path, etc. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan memiliki account di hampir seluruh jejaring sosial yang ada.

Di Path misalnya, jejaring sosial yang berjalan di 2 platform android dan iOS ini adalah favoritnya. Diiringi Blackberry Messanger, kemudian disusul twitter. Belakangan, minat jessica terhadap facebook mulai berkurang semenjak mendapati akun facebooknya dipenuhi iklan, link link video porno, dan pengguna yang kebanyakan dari kaum menengah kebawah, terpinggirkan, sedikit agak terbelakang, alay, aneh, vulgar, bahkan beberapa mantan dan sejumlah haters. Akun instagram nya pun kini mulai ia tinggalkan semenjak tahu facebook telah membeli jejaring sosial berbagi foto tersebut, alasannya ? simple, karena pengguna jejaring sosial itu pasti hanya berputar di lingkup itu itu saja, integrasi facebook akan sangat terlihat disana, begitu pikirnya.

Path dan Blackberry Messanger kini menjadi sosial media andalan jessica. Secara real time ia tak pernah absen membagi kiriman-kiriman terbaru darinya pada kedua jejaring itu, apapun, dimanapun, bagaimanapun itu, mulai dari foto acara makan-makan di resto bergengsi, Iphone 5-nya yang baru saja ia beli, wajah buas nan tampan pacar barunya yang baru saja ia pacari, apapun itu. Terputusnya koneksi ke kedua media sosial itu sudah menjadi seperti momok bagi jessica.

Di Blackberry Messanger sendiri, jessica memiliki dua ratus tujuh puluh satu pesan masuk yang sengaja tidak ia Read. sebab keesokan hari saat disekolah, pesan pesan tak terbaca itu akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk dipamerkan (secara tidak lansung) dihadapan teman sekelasnya. begitu katanya.

Kita harus terlihat keren, eksis, berbeda, hight class, dan media sosial adalah pilihan tepat untuk menunjukkan semua itu pada dunia. Terlihat dari setiap foto atau status yang ia unggah terselip kesan yang menunjukkan bahwa ia adalah orang-orang modern, kekinian, populer, dgn penggunaan tulisan berbahasa inggris agar menunjukkan ia adalah seorang pembicara inggris fasih meskipun ia sendiri memiliki kemampuan berbahasa inggris yang sangat menyedihkan.

Di Path atau bahkan di Blackberry Messanger, sepertinya ia akan butuh ratusan foto be-resolusi tinggi, ber-latar ditempat agak terbuka, dengan penampilan sedikit lebih seksi, konon, gaya berfose seperti itu akan mendatangkan lebih banyak Like ke foto tersebut. begitu katanya.

No comments :

Post a Comment