Untuk sesaat , nyaris tak ada hal istimewa yang terjadi padaku
seperti alang ilalang yang berterbangan ditengah semak belukar yang lebat
tertiup angin kesana kemari , hatiku kosong tanpa beban rindu yang merajam
ia mencari jalannya , akupun mencari jalanku ..
detak jam dering berbunyi , hari demi hari terus bergulir
suasana baru , kelas baru , sahabat baru , di minggu-minggu pertama perkuliaahan yang cukup menyibukkan hatiku ..
sesekali diantara jeda perkuliahan , tak sengaja kulihat wajah itu , wajah yang kulihat di sore itu ..
wahai hati , apa gerangan yang terjadi ! jiwaku mulai labil tak terkendali
inikah yang kau sebut sesuatu yang besar dikemudian hari
alangkah indahnya ia , alangkah berharganya hidupnya untuk ia berikan kepada badut sepertiku ..
tak ada yang aku lihat selain perbedaan !!
ooh cinta pergilah , jangan lakukan ini padaku 'jangan !
Lupakan dia angga demi tuhan lupakan '
kau tahu jika ini terus berlanjut , perlahan demi perlahan ia akan mengikis hidupmu , menyeretmu dalam rindu tiada bertepi , ia akan memenuhi hatimu dgn cintanya , dan kau tak akan menemukan jalan kembali ..
palingkan wajahmu angga dan lihatlah dunia ! carilah tempat berlindung nan jauh di balik bukit itu. Pergilah sejauh mungkin pergilah'
kau ibarat arloji kuno yang hidup di era digital , kau akan kalah , jelas ia akan mengabaikan mu ..
oh cinta , mengapa kau selalu membuatku merasa seperti semut kecil yang merangkak di tengah luasnya gurun sahara
sekali saja bertindak adil lah padaku
Intermission ==>
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
seperti alang ilalang yang berterbangan ditengah semak belukar yang lebat
tertiup angin kesana kemari , hatiku kosong tanpa beban rindu yang merajam
ia mencari jalannya , akupun mencari jalanku ..
detak jam dering berbunyi , hari demi hari terus bergulir
suasana baru , kelas baru , sahabat baru , di minggu-minggu pertama perkuliaahan yang cukup menyibukkan hatiku ..
sesekali diantara jeda perkuliahan , tak sengaja kulihat wajah itu , wajah yang kulihat di sore itu ..
wahai hati , apa gerangan yang terjadi ! jiwaku mulai labil tak terkendali
inikah yang kau sebut sesuatu yang besar dikemudian hari
alangkah indahnya ia , alangkah berharganya hidupnya untuk ia berikan kepada badut sepertiku ..
tak ada yang aku lihat selain perbedaan !!
ooh cinta pergilah , jangan lakukan ini padaku 'jangan !
Lupakan dia angga demi tuhan lupakan '
kau tahu jika ini terus berlanjut , perlahan demi perlahan ia akan mengikis hidupmu , menyeretmu dalam rindu tiada bertepi , ia akan memenuhi hatimu dgn cintanya , dan kau tak akan menemukan jalan kembali ..
palingkan wajahmu angga dan lihatlah dunia ! carilah tempat berlindung nan jauh di balik bukit itu. Pergilah sejauh mungkin pergilah'
kau ibarat arloji kuno yang hidup di era digital , kau akan kalah , jelas ia akan mengabaikan mu ..
oh cinta , mengapa kau selalu membuatku merasa seperti semut kecil yang merangkak di tengah luasnya gurun sahara
sekali saja bertindak adil lah padaku
Intermission ==>
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

No comments :
Post a Comment